Thursday, October 7, 2010

Eva Arnaz

Eva Arnaz
Eva Arnaz.jpg
Lahir Eva Yanthi Arnaz
14 Juli 1958 (umur 52)
Flag of Indonesia.svg Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia
Nama lain Siti Syarifah
Tahun aktif 1976-1996
Pasangan Kiki Saelan
Barry Prima
Adi Bing Slamet
Dedi Omar Hamdun

Eva Yanthi Arnaz atau yang lebih dikenal dengan Eva Arnaz (lahir di Bukittinggi, Indonesia, 14 Juli 1958; umur 52 tahun) adalah aktris film dan sinetron Indonesia yang terkenal sejak pertengahan 1970-an dan era 80an. Ia mengawali karier sebagai juara 2 None Jakarta tahun 1976. Ia telah membintangi lebih dari 50 film dan sempat membintangi sebuah sinetron Rosanna produksi Multivision Plus di tahun 1996.

Kehidupan pribadi

Eva lahir dari keluarga pedagang dari Bukittinggi, Sumatra Barat. Dari keempat pernikahannya sebelumnya dia tidak pernah mendapat keturunan, pertama dengan Kiki Saelan, putra dari Maulwi Saelan (tokoh sepak bola tanah air), kedua dengan Barry Prima, dan ketiga dengan Adi Bing Slamet, ketiganya tidak dikaruniai seorang anak pun. Usahanya tidak sempat berhasil karena hilangnya suami keempatnya, Dedi Omar Hamdun, sejak tanggal 29 Mei 1998, dalam rangkaian skandal Penculikan aktivis 1997/1998, tak lama setelah Pemilu 1998.[1]
Setelah hilangnya Dedi Omar Hamdun, Eva kemudian berganti nama menjadi Siti Syarifah. [2] Kini Eva telah menikah lagi untuk yang kelima kalinya dengan pria berdarah Arab dan memiliki seorang putra di tahun 2007, Samir Amin.[3]

Karier

Awal karier

Eva telah menyukai dunia model sejak kecil. Hal itu pula yang mendorongnya ikut pemilihan None Jakarta di tahun 1976. Eva berhasil meraih juara dua. Setahun kemudian Eva berhasil terpilih sebagai Ratu Jakarta. Prestasi itu pula yang mengantarnya menjadi bintang film.

Dunia film

Debut filmya adalah Duo Kribo (1978) arahan Eduard Pesta Sirait dan Eva berpasangan dengan Achmad Albar. Nama Eva melejit berkat film Intan Perawan Kubu karena keberaniannya bertelanjang dada. Dari situlah Eva mendapat julukan bintang bom seks. Film-film Eva berikutnya sebagian besar merupakan film yang penuh adegan seks atau adegan kekerasan, seperti Serbuan Halilintar, Membakar Matahari, Lima Cewek Jagoan, Gadis Bionik, Perempuan Bergairah, Kupu-Kupu Beracun, Warok Singo Kobra, Cewek Jagoan Beraksi Kembali, Midah Perawan Buronan, Jaka Sembung, Bergola Ijo, Buah Terlarang, Terjebak Dalam Dosa, Montir-Montir Cantik, Gadis di Atas Roda, Pasukan Berani Mati, dan sebagainya.
Sayangnya karena sosok Eva yang terlalu lekat dengan peran-peran seks dan laga, banyak yang lupa bahwa Eva juga pernah membintangi film-film romantis. Antara lain, Sakura Dalam Pelukan berpasangan dengan pebulutangkis Liem Swie King dan Lembah Duka (sebagai mama-san), film penguras air mata yang mendapat pujian waktu itu.
Selain itu Eva juga main di film komedi bersama Warkop sampai lebih dari lima judul, antara lain Manusia 6 Juta Dollar, Tahu Diri Dong, Pokoknya Beres, Sabar Dulu Dong, Lupa Aturan Main, Maju Kena Mundur Kena, Depan Bisa Belakang Bisa, Pintar Pintar Bodoh dan Atas Boleh Bawah Boleh. Dalam film-film Warkop ini, Eva lebih dikenal karena keseksian tubuhnya yang memang menjadi salah satu daya tarik film-film Warkop saat itu.
Untuk komedi non-Warkop ia juga sempat terlibat dalam film garapan Nya Abbas Acup, Cintaku di Rumah Susun film yang masuk unggulan FFI waktu itu, juga film Barang Titipan dan Antri Dong. Film inilah yang membantah anggapan orang bahwa kelebihan Eva di film hanya karena keberaniannya dalam peran buka-bukaan.

Beralih ke sinetron

Saat dunia perfilman meredup, Eva pun beralih ke sinetron berjudul Rosanna (1996). Aktingnya di sinetron ini menjadi kiprah terakhir Eva dalam dunia seni peran.

Filmografi



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Eva_Arnaz

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...