Saturday, September 20, 2014

Batu Akik


Pamor batu akik sebagai batu aji alias jimat sudah lama dikenal orang. Konon, batu ini bisa dijadikan pemikat, penolak bala, obat, sarana kesaktian diri dan sebagainya. “Kekuatan” apa saja sesungguhnya yang tersimpan di balik batu akik

Batu akik digandrungi banyak orang rupanya bukan melulu karena keindahannya. Ada juga yang membeli, mengoleksi, merawat, bahkan mati-matian memnrurunya lantaran mempercayai kekuatan gaib yang tersimpan di dalamnya. Percaya atau tidak, nyatanya memang ada batu akik yang terasa nyes dinginnya saat digenggam. Tidak Cuma itu, ada juga batu akik yang bermuatan magnet, bahkan listrik. Malahan yang bisa melekat erat saat ditempelkan di kaca atau di lidah pun ada.
Inikah, antara lain, yang dimaksudkan dengan “kekuatan” batu akik itu ?
Konon, batu akik yang hendak dijadikan jimat, obat, lambang, atau apapun namanya bukan batu akik sembarang akik. Selain jenisnya tertentu, batu akik itu juga harus asli alias alami. Batu akik sintetis dianggap tidak memiliki kekuatan gaib, karena bikinan manusia. Sayangnya, menurut orang yang mengaku tahu perihal perakikan, kekuatan gaib itu tidak selalu mendatangkan keberuntungan atau hal-hal positif lainnya. Ada juga batu akik yang “kesaktiannya”, katanya, justru bisa mendatangkan sial bagi pemilik atau pemakainya.
Siapa pun seyogianya harus berhati-hati memilih dengan maksud untuk memiliki lima benda berikut ini untuk dijadikan harta, pusaka, atau klangenan. Kelimanya adalah curigo (keris), turonggo (kuda), Kukilo (burung perkutut), wanito (isteri), dan juga selo alias batu mulia atau batu akik. Soalnya, kelima benda tersebut memiliki katuronggo (ciri atau tanda), baik ciri baik yang membahagiakan maupun ciri yang bisa mencelakakan. Menurut contoh yang dirujuk dari sahibul riwayat raja-raja Inggris dulu kala, konon ada raja tertentu atau permaisurinya, bahkan keluarga dekat kerajaan yang mengalami kesialan secara mengenaskan gara-gara batu akik. Misalnya, dikudeta dari kedudukannya sebagai raja diraja atau malu hati berat lantaran kalah perang. Ada juga yang meninggal (secara baik-baik) atau karena dihukum mati saat sedang menduduki takhta.
Dipercaya sejak dulu kala Khasiat batu akik untuk mengobati bermacam-macam penyakit, sebagai penolak setan atau roh jahat, dan tujuan lain tercatat sejak zaman filsuf kondang seperti Plato, Herodutus, Theopharatus, dan Pliny. Bahkan, dalam catatan dokumentatifnya, filsuf St. Hildegrade yang hidup pada abad XII memberikan petunjuk bagaimana cara menggunakan batu Yacinth alias Yakut, yang di sini (Indonesia pen,) dikenal dengan sebutan Biduri Langit, sebagai penolak bala.
Disebutkan, batu akik tersebut diputar-putarkan di atas sekerat roti. Pada saat yang sama, mulut mesti berkomat-kamit mengucapkan mantra. Selain itu, si pasien diminta menghabiskan roti yang telah dimantrai. Seketika, katanya, sembuhlah dia.
Lain lagi halnya dengan Kaisar Prancis, Napoleon I dan Napoleon III. Mereka berdua, konon, sama-sama mengenakan cincin bermata batu Karnelian alias Akik Kendit sebagai jimat. Dengan cincin ini, menurut cerita dari mulut ke kuping yang beredar di negeri itu, Napoleon I maupun Napoleon III tidak tembus ditombak dan juga tidak mempan ditembak. Namun, ternyata Napoleon III akhirnya terbunuh juga dalam Perang Zulu. Lho, kok bisa ? Sebabnya, masih katanya, karena dia lupa memakai cincin Karneliannya. Owala ! “Keajaiban” itulah yang kemudian mengilhami tentara Hitler. Hampir semua prajurit kemudian melengkapi dirinya dengan akik Badar Besi, yang sesungguhnya berasal dari batuan mineral hematit. Selain akik Badar Besi, ada pula batu aji lain yang juga dipercaya bisa membuat kebal pemakainya. Jimat ini di Indonesia dikenal dengan nama Kul Buntet, suatu fosil kerang yang berisi dan terlapisi mineral Pirit.
Uniknya, di kalangan masyarakat Barat pun – yang sering kita nilai sangat realitis – sejak dahulu sudah berkembang dengan sumbur kepercayaan akan kekuatan batu akik. Banyak yang menggunakannya sebagai lambang kelahiran, yang dikaitkan dengan keselamatan dan nasib baik seseorang.
Kelahiran pada hari Minggu dilambangkan dengan Topas alias akik Cempaka. Senin dengan Kinyang Es (kristal kuarsa), dan Selasa dengan akik Tirto Merto (Emerald alias Zamrud) atau akik Mirah Delima (rubi). Sementara bayi yang lahir pada hari Rabu sebaiknya dihadiahkan akik Kecubung Asihan (ametis) atau akik Badar Besi (hematit). Kelahiran Kamis dilambangkan dengan akik Kendit (karnelian) atau Nilam (Yakut). Jum’at dengan batu Mata Kucing alias akik Garuda Soca (kristal kuarsa), dan kelahiran pada hari Sabtu dilambangkan lewat batu Pirus (turquis).
Kalau bukan pada hari kelahiran, mereka sering pula merujuk pada pakem astrologi. Seseorang dalam naungan bintang Capricornus (lahir di bulan Januari) disarankan memilih batu permata jenis Garnet. Yang berbintang Aquarius (Februari) lebih memilih Kecubung Asihan. Pisces (Maret) cocoknya Aquamarin atau akik Badar Besi, dan orang berbintang Aries (April) lebih pas memilih Intan atau Kristal Kuarsa. Kalau Anda berbintang Taurus (Mei) –yang ini juga masih katanya- lebih cocok menggunakan Zamrud atau Krisopras.



sumber
foto
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...