Sunday, December 26, 2010

Muszaphar Shukor

Sheikh Muszaphar Shukor
Sheikh Muszaphar Shukor
Angkasawan ANGKASA
 Kebangsaan Malaysia
 Status Aktif
 Lahir 27 Juli 1972 (umur 38)
Kuala Lumpur, Malaysia
 Profesi1 Dokter
 Seleksi Program Angkasawan 2006
 Misi Tidak ada
 1sebelumnya atau saat ini.

Sheikh Muszaphar Shukor Al Masrie bin Sheikh Mustapha (lahir 27 Juli 1972) adalah pakar kesehatan Malaysia dan orang Malaysia pertama yang pergi ke luar angkasa, diumumkan oleh Perdana Menteri Abdullah Badawi pada 25 September 2007.
Ia, bersama Yuri Malenchenko (Rusia) dan Peggy Whitson (AS), telah lepas landas pada 10 Oktober 2007 dengan Soyuz TMA-11 yang diluncurkan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dalam program kerjasama dengan Rusia dan akan kembali ke Bumi bersama Fyodor Yurchikhin dan Oleg Kotov.[1]

Biografi

Ia dilahirkan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sheikh Muszaphar menamatkan pendidikan sekolah tinggi di MARA di Muar, kemudian melanjutkan ke Kolej Pengobatan Kasturba, Manipal. Ia menjadi dokter ortopedi di Universitas Kebangsaan Malaysia, dan sebelum itu di Rumah Sakit Seremban (1998), Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur (1999), dan Rumah Sakit Selayang (2000-2001).

Pemilihan astronot Malaysia

Pengiriman astronot Malaysia ke luar angkasa merupakan bagian dari paket pembelian 18 pesawat tempur Sukhoi milik Rusia oleh Malaysia pada tahun 2003.[2][3] Malaysia mengadakan pemilihan astronot dari 11.000 calon yang mendaftarkan diri.[2] Calon yang terpilih menjalani latihan terakhir di Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan. Muszaphar dan tiga calon akhir yang lain dipilih pada awal tahun 2006. Setelah selesai menjalani latihan di Star City, Rusia, Sheikh Muszaphar dipilih sebagai calon utama astronot pertama Malaysia, sementara Faiz Khaleed dijadikan calon cadangan.[4]

Penerbangan ke luar angkasa

Pesawat Soyuz TMA-11 yang membawa Sheikh Muszaphar, Whitson, dan Malenchenko, meluncur dengan sukses pada pukul 13:22 UTC, Rabu, 10 Oktober 2007.[5][6][7] Sesuai rencana, Sheikh Muszaphar berada di ISS selama 12 hari sebelum kembali ke bumi.[2]
Sheikh Muszaphar menjalankan percobaan-percobaan di bidang kesehatan di dalam ISS, yaitu karakteristik dan perkembangan sel-sel kanker hati dan leukimia, serta kristalisasi berbagai protein dan mikroba pada gravitasi rendah.
Eksperimen yang berhubungan dengan kanker hati, leukimia dan mikroba akan menguntungkan ilmu pengetahuan dan penelitian kedokteran secara umum, sedangkan percobaan mengenai kristalisasi protein, dalam hal ini lipase, akan menguntungkan industri Malaysia secara langsung. Lipase adalah tipe enzim protein yang digunakan dalam pembuatan berbagai produk mulai dari tekstil hingga kosmetik. Menurut surat kabar Malaysia The Star peluang menumbuhkan lipase di luar angkasa akan memberikan kesempatan bagi ilmuwan Malaysia untuk mengembangkan industri senilai RM 7,7 milyar (sekitar 21 triliun rupiah).[8]
Departemen Agama Malaysia menerbitkan sebuah buku panduan khusus mengenai ibadah di luar angkasa.

Penerbangan luar angkasa dan agama

Karena Sheikh Muszaphar adalah seorang Muslim, dan masa penerbangannya bertepatan dengan bulan Ramadhan, Dewan Fatwa Nasional Malaysia telah mengeluarkan buku panduan untuk Muslim di antariksa. Buku ini mengatur tata cara salat di ruangan tanpa gravitasi, bagaimana mencari kiblat dari ISS, bagaimana menentukan waktu salat, dan bagaimana berpuasa.[9] Selain itu, Sheikh Muszaphar juga akan merayakan hari raya Idul Fitri di luar angkasa. Untuk itu, ia membawa bekal sate dan kue untuk dibagi-bagikan kepada anggota misi yang lain pada hari Sabtu, 13 Oktober untuk merayakan Idul Fitri.[10]
 
 
 
sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sheikh_Muszaphar_Shukor
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...