Sunday, September 5, 2010

Arema

Arema Indonesia
Logo Arema
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Arema Indonesia
Julukan Singo Edan
Didirikan 11 Agustus 1987
Stadion Kanjuruhan
Malang, Indonesia
(Kapasitas: 35.000)
Ketua Umum Bendera Indonesia Gunadi Handoko
Sekretaris Bendera Indonesia Mudjiono Mudjito
Manajer Bendera Indonesia Mudjiono Mudjito
Pelatih Bendera Belanda Robert Rene Alberts
Asisten Pelatih Bendera Indonesia Joko Susilo
Bendera Indonesia Liestiadi
Bendera Indonesia Dwi Sasmianto
Dokter Tim Bendera Indonesia dr. Albert Rudianto
Liga Liga Super Indonesia
2009-10 1

Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum kandang
Seragam tim Seragam tim Seragam tim
Seragam tim
Seragam tim
 
Kostum tandang
Soccerball current event.svg Musim ini
Arema Indonesia (dulu: Arema Malang) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan" . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang. Sejak berganti pemilik dari PT Bentoel Investama, Tbk ke konsorsium di tahun 2009. secara resmi Arema Malang, berganti nama menjadi Arema Indonesia.
Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa.[rujukan?] Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)

Nama Arema pada masa Kerajaan

Nama Arema adalah legenda Malang. Adalah Kidung Harsawijaya yang pertama kali mencatat nama tersebut, yaitu kisah tentang Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama. Kebo Arema pula yang menjadi penyangga politik ekspansif Kertanegara. Bersama Mahisa Anengah, Kebo Arema menaklukkan Kerajaan Pamalayu yang berpusat di Jambi. Kemudian bisa menguasai Selat Malaka. Sejarah heroik Kebo Arema memang tenggelam. Buku-buku sejarah hanya mencatat Kertanegara sebagai raja terbesar Singosari, yang pusat pemerintahannya dekat Kota Malang.

Nama Arema di dekade '80-an

Sampai akhirnya pada dekade 1980-an muncul kembali nama Arema. Tidak tahu persis, apakah nama itu menapak tilas dari kebesaran Kebo Arema. Yang pasti, Arema merupakan penunjuk sebuah komunitas asal Malang. Arema adalah akronim dari Arek Malang. Arema kemudian menjelma menjadi semacam "subkultur" dengan identitas, simbol dan karakter bagi masyarakat Malang. Diyakini, Arek Malang membangun reputasi dan eksistensinya di antaranya melalui musik rock dan olahraga. Selain tinju, sepak bola adalah olahraga yang menjadi jalan bagi arek malang menunjukkan reputasinya. Sehingga kelahiran tim sepak bola Arema adalah sebuah keniscayaan.

Awal mula berdirinya PS Arema

(Arema Football Club/Persatuan Sepak Bola Arema nama resminya) lahir pada tanggal 11 Agustus 1987, dengan semangat mengembangkan persepak bolaan di Malang. Pada masa itu, tim asal Malang lainnya Persema Malang bagai sebuah magnet bagi arek Malang. Stadion Gajayana –home base klub pemerintah itu– selalu disesaki penonton. Dimana posisi Arema waktu itu? Yang pasti, klub itu belum mengejawantah sebagai sebuah komunitas sepak bola. Ia masih jadi sebuah “utopia”.
Adalah Acub Zaenal mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan mantan pengurus PSSI periode 80-an yang kali pertama punya andil menelurkan pemikiran membentuk klub Galatama di kota Malang setelah sebelumnya membangun klub Perkesa 78. Jasa “Sang Jenderal” tidak terlepas dari peran Ovan Tobing, humas Persema saat itu. “Saya masih ingat, waktu itu Pak Acub Zainal saya undang ke Stadion Gajayana ketika Persema lawan Perseden Denpasar,” ujar Ovan. Melihat penonon membludak, Acub yang kala itu menjadi Administratur Galatama lantas mencetuskan keinginan mendirikan klub galatama. “You bikin saja (klub) Galatama di Malang,” kata Ovan menirukan ucapan Acub.
Beberapa hari setelah itu, Ir Lucky Acub Zaenal –putra Mayjen TNI (purn) Acub Zaenal– mendatangi Ovan di rumahnya, Jl. Gajahmada 15. Ia diantar Dice Dirgantara yang sebelumnya sudah kenal dengan dirinya. “Waktu itu Lucky masih suka tinju dan otomotif,” katanya. Dari pembicaraan itu, Ovan menegaskan kalau dirinya tidak punya dana untuk membentuk klub galatama. “Saya hanya punya pemain,” ujarnya. Maka dipertemukanlah Lucky dengan Dirk “Derek” Sutrisno (Alm), pendiri klub Armada ‘86.
Berkat hubungan baik antara Dirk dengan wartawan olahraga di Malang, khususnya sepakbola, maka SIWO PWI Malang mengadakan seminar sehari untuk melihat "sudah saatnyakah Kota Malang memiliki klub Galatama?" Drs. Heruyogi sebagai Ketua SIWO dan Drs. Bambang Bes (Sekretaris SIWO) menggelar seminar itu di Balai Wartawan Jl. Raya Langsep Kota Malang. Temanya "Klub Galatama dan Kota Malang", dengan nara sumber al; Bp. Acub Zainal (Administratur Galatama), dari Pengda PSSI Jatim, Komda PSSI Kota Malang, Dr. Ubud Salim, MA. Acara itu dibuka Bp Walikota Tom Uripan (Alm). Hasil atau rekomendasi yang didapatkan dari seminar: Kota Malang dinilai sudah layak memiliki sebuah klub Galatana yang professional.

Harus diakui, awal berdirinya Arema tidak lepas dari peran besar Derek dengan Armada 86-nya. Nama Arema awalnya adalah Aremada-gabungan dari Armada dan Arema. Namun nama itu tidak bisa langgeng. Beberapa bulan kemudian diganti menjadi Arema`86. Sayang, upaya Derek untuk mempertahankan klub Galatama Arema`86 banyak mengalami hambatan, bahkan tim yang diharapkan mampu berkiprah di kancah Galatama VIII itu mulai terseok-seok karena dihimpit kesulitan dana.
Dari sinilah, Acub Zaenal dan Lucky lantas mengambil alih dan berusaha menyelamatkan Arema`86 supaya tetap survive. Setelah diambil alih, nama Arema`86 akhirnya diubah menjadi Arema dan ditetapkan pula berdirinya Arema Galatama pada 11 Agustus 1987 sesuai dengan akte notaris Pramu Haryono SH–almarhum–No 58. “Penetapan tanggal 11 Agustus 1987 itu, seperti air mengalir begitu saja, tidak berdasar penetapan (pilihan) secara khusus,” ujar Ovan mengisahkan.
Hanya saja, kata Ovan, dari pendirian bulan Agustus itulah kemudian simbol Singo (Singa) muncul. "Agustus itu kan Leo atau Singo (sesuai dengan horoscop),"imbuh Ovan. Dari sinilah kemudian, Lucky dan, Ovan mulai mengotak-atik segala persiapan untuk mewujudkan obsesi berdirinya klub Galatama kebanggaan Malang.

Perjalanan Arema di Galatama

Skuad Arema ketika Juara Kompetisi Galatama XII 1992/93

Di awal keikut sertaan di Kompetisi Galatama Ovan Tobing dan Lucky Acub Zaenal mulai bekerja keras mengurus segala tetek-bengek mulai pemain, tempat penampungan (mess pemain), lapangan sampai kostum mulai diplaning.Bahkan,gerilya mencari pemain yang dilakukan Ovan satu bulan sebelum Arema resmi didirikan.Pemain-pemain seperti Maryanto (Persema), Jonathan (Satria Malang), Kusnadi Kamaludin (Armada), Mahdi Haris (Arseto), Jamrawi dan Yohanes Geohera (Mitra Surabaya), sampai kiper Dony Latuperisa yang kala itu tengah menjalani skorsing PSSI karena kasus suap, direkrut. Pelatih sekualitas Sinyo Aliandoe, juga bergabung.
Hanya saja, masih ada kendala yakni menyangkut mess pemain. Beruntung, Lanud Bandar Udara Abdul Rachman Saleh mau membantu dan menyediakan barak prajurit Paskhas TNI AU untuk tempat penampungan pemain. Selain barak, lapangan Pagas Abd Saleh, juga dijadikan tempat berlatih. Praktis Maryanto dkk ditampung di barak. “TNI-AU memberikan andil yang besar pada Arema,” papar Ovan.
Sempat ada kendala, yakni masalah dana –masalah utama yang kelak terus membelit Arema. “Kalau memang tidak ada alternatif lain, ya papimu Luk yang harus mendanai,” jelas Ovan saat mengantarnya ke Bandara Juanda. Sepulang dari Jakarta, Acub Zaenal sepakat menjadi penyandang dana.
Prestasi klub Arema bisa dibilang seperti pasang surut, walaupun tak pernah menghuni papan bawah klasemen, hampir setiap musim kompetisi Galatama Arema F.C. tak pernah konstan di jajaran papan atas klasemen, namun demikian pada tahun 1992 Arema berhasil menjadi juara Galatama. Dengan modal pemain-pemain handal seperti Aji Santoso, Mecky Tata, Singgih Pitono, Jamrawi dan eks pelatih PSSI M Basri, Arema mampu mewujudkan mimpi masyarakat kota Malang menjadi juara kompetisi elit di Indonesia.

Perjalanan Arema di Ligina

Sejak mengikuti Liga Indonesia, Arema F.C. tercatat sudah 7 kali masuk putaran kedua. Sekali ke babak 12 besar (1996/97) dan enam kali masuk 8 besar( 1999/00, 2001, 2002, 2005, 2006,& 2007). Walaupun berprestasi lumayan, tapi Arema tidak pernah lepas dari masalah dana. Hampir setiap musim kompetisi masalah dana ini selalu menghantui sehingga tak heran hampir setiap musim manajemen klub selalu berganti. Pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan parah yang berpengaruh pada prestasi tim. Hal tersebut yang kemudian membuat Arema FC diakuisisi kepemilikannya oleh PT Bentoel Internasional Tbk pada pertengahan musim kompetisi 2003 meskipun pada akhirnya Arema terdegradasi ke Divisi I. Sejak kepemilikan Arema dipegang oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat; 2004 juara Divisi I, 2005, dan 2006 juara Copa Indonesia, 2007 juara Piala Soeratin LRN U-18. Pada tahun 2006 dan 2007 Arema dan Benny Dollo mendapatkan penghargaan dari Tabloid Bola sebagai tim terbaik dan Pelatih terbaik.

Perjalanan Arema di ISL

Monumen Singa Bola dari warga yang didedikasikan untuk Arema

Kompetisi Liga Super Indonesia ke-1 2008-2009 Arema berada di urutan ke-10. Dua bulan Setelah kompetisi usai tepatnya 3 Agustus 2009 di Hotel Santika Malang pemilik klub Arema, PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke kumpulan orang-orang peduli terhadap Arema (konsorsium). Pelepasan Arema ini adalah dampak dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk. ke British American Tobacco. Sebelumnya ada wacana untuk menggabungkan Arema dengan Persema Malang menjadi satu, namun ditolak oleh Aremania. Arema pada kompetisi ISL II 2009/2010 yang ditukangi oleh Robert Rene Alberts ini meraih gelar juara .

Transfer Pemain Windows II 2009/10

Pemain Masuk

Pemain Keluar

Skuad Arema 2009/10

Skuad Arema 2009/10
No.
Posisi Nama pemain
45 Flag of Indonesia.svg GK Aji Saka
82 Flag of Indonesia.svg GK Iswan Karim
1 Flag of Indonesia.svg GK Kurnia Meiga Hermansyah
7 Flag of Indonesia.svg DF Benny Wahyudi
30 Flag of Indonesia.svg DF Hermawan
20 Flag of Indonesia.svg DF Johan Ahmad Farizi
21 Flag of Indonesia.svg DF Irfan Raditya
24 Flag of Cameroon.svg DF Pierre Njanka kapten
2 Flag of Indonesia.svg DF Purwaka Yudhi
27 Flag of Indonesia.svg DF Waluyo
3 Flag of Indonesia.svg FW Zulkifly Syukur
19 Flag of Indonesia.svg MF Ahmad Bustomi
17 Flag of Uruguay.svg MF Esteban Guillen
8 Flag of Indonesia.svg MF Fariz Bagus Dhinata

No.
Posisi Nama pemain
39 Flag of Indonesia.svg MF Firmansyah Aprillianto
4 Flag of Indonesia.svg MF Jalaluddin Main
37 Flag of Indonesia.svg MF Juan Revi
5 Flag of Indonesia.svg MF Muhammad Fachrudin
6 Flag of Singapore.svg MF Muhammad Ridhuan
10 Flag of Indonesia.svg MF Ronny Firmansyah
11 Flag of Indonesia.svg MF Tommy Pranata
9 Flag of Slovakia.svg MF Roman Chmelo
41 Flag of Indonesia.svg FW Dendi Santoso
23 Flag of Indonesia.svg FW Gery Setia Adi
12 Flag of Singapore.svg FW Noh Alam Shah
14 Flag of Indonesia.svg FW Rahmat Affandi
15 Flag of Indonesia.svg FW Sunarto

Pengurus

  • Ketua Yayasan: HM Nur
  • Sekretaris Yayasan: Mujiono Mudjito
  • Direktur Utama: Gunadi Handoko
  • Presiden Kehormatan: Rendra Kresna
  • Manajer Tim: Mujiono Mujito
  • Asisten Manajer: Rudy Soesamto
  • Sekretaris Tim: Muhammad Taufan
  • Media Officer: Sudarmaji

Prestasi

Gelar

Penghargaan

  • 2006 Tabloid Bola Best Team Award
  • 2007 Tabloid Bola Best Team Award

Rekor Kemenangan-Kekalahan Terbesar

Menang

  • (Kandang) 03-03-1991 Aceh Putra, 03-04-2010 Pelita Jaya (6-1)
  • (Tandang) 30-05-2010 Persija Jakarta (5-1)

Kalah

  • (Kandang) 28-02-2009 Persipura (0-5)
  • (Tandang) 26-01-2003 Persipura (0-6)

Kemenangan dan kekalahan terbesar di ISL 2009-2010

Kemenangan

Kekalahan

  • (Kandang) Arema Indonesia vs Persiba Balikpapan 1-2
  • (Tandang) Persipura Jayapura vs Arema Indonesia 4-1

Partisipasi di Liga

Galatama

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Galatama VIII 1987/88 Sinyo Aliandoe 6 (14 Tim)
Galatama IX 1988/89 Sinyo Aliandoe/Andi M Teguh 8 (18 Tim) Top Scorer Mecky Tata (18)
Galatama X 1990 Andi M Teguh 4 (18 Tim)
Galatama XI 1990/92 Andi M Teguh 4 (20 Tim) Top Scrorer Singgih Pitono (21)
Galatama XII 1992/93 M Basri/Gusnul Yakin 1 (17 Tim) Juara, Top Scorer Singgih Pitono (16)
Galatama XIII 1993/94 Gusnul Yakin 6 (Babak Penyisihan)17 Tim di bagi 2 Group

Liga Indonesia

 
Title Kompetisi Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
Liga Dunhill I 1994/95 Halilintar Gunawan Penyisihan (6 dari 17 tim)
Liga Dunhill II 1995/96 Gusnul Yakin Penyisihan (12 dari 16 tim)
Liga Kansas III 1996/97 Suharno Babak 12 Besar
Ligina IV 1997/98 Gusnul Yakin Dihentikan (kerusuhan politik)
Ligina V 1998/99 Hamid Asnan/Winarto Penyisihan (3 dari 6 tim)
Liga Bank Mandiri VI 1999/00 M Basri Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VII 2001 Daniel Rukito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri VIII 2002 Daniel Rukito Babak 8 Besar
Liga Bank Mandiri IX 2003 Terry Wetton/Gusnul Yakin/Henk Wullems 19 (22 Tim) Degradasi
Liga Pertamina Divisi 1 X 2004 Benny Dollo 1 Juara
Liga Djarum XI 2005 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XII 2006 Benny Dollo Babak 8 Besar
Liga Djarum XIII 2007 Miroslav Janu Babak 8 Besar

Indonesian Super League

 
Title Liga Seri Tahun Nama Pelatih Urutan Akhir Prestasi
ISL Djarum Super I 2008/09 Bambang Nurdiansyah/Gusnul Yakin 10
ISL Djarum Super II 2009/10 Robert Rene Alberts 1 Juara

Partisipasi di Liga Champions Asia

Pelatih

 
Nama Kebangsaan Tahun
Sinyo Aliandoe Bendera Indonesia 1987-1989
Andi M Teguh (Alm) Bendera Indonesia 1989-1992
M Basri Bendera Indonesia 1992-1993, 2000
Gusnul Yakin Bendera Indonesia 1993-94, 1995-96, 1997-98, 2003, 2008-09
Halilintar Gunawan Bendera Indonesia 1994-1995
Suharno Bendera Indonesia 1996-97
Hamid Asnan (Alm) Bendera Indonesia 1998
Winarto Bendera Indonesia 1998-1999
Daniel Rukito Bendera Indonesia 2001-2002
Terry Wetton Flag of Australia.svg 2003
Henk Wullems Bendera Belanda 2003
Benny Dollo Bendera Indonesia Akhir 2003 - September 2006
Miroslav Janu Flag of the Czech Republic.svg 2006- Januari 2007
Bambang Nurdiansyah Bendera Indonesia 2008 (5 bulan)
Robert Rene Alberts Bendera Belanda 2009 -

Pemain terkenal

Mantan pemain

3 mesin gol utama Arema 2010

Pengelola

  • 1987-2003 Mayjen TNI (Purn) Acub Zaenal/ Ir. Lucky Acub Zaenal
  • 1995-1996 Ir. Lucky Acub Zaenal/ H.M Mislan
  • 2003-2009 PT Bentoel Investama Indonesia, Tbk
  • 2009-.... Konsorsium



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Arema_Indonesia

Saturday, September 4, 2010

Takbiran

Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-AtsariAllah Ta’ala berfirman : “ Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yg diberikan kepada kalian mudah- mudahan kalian mau bersyukur .Telah terdapat riwayat “Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah keluar pada hari raya Idhul Fithri beliau bertakbir ketika mendatangi mushalla sampai selesainya shalat apabila shalat telah selesai maka beliau menghentikan takbirnya.” {Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf al Muhamili dalam Shalatul ‘Idain dgn sanad sahih tetapi mursal. Riwayat tersebut memiliki syahid/penguat yg menguatkan riwayat tersebut. Lihat Silsilah al Ahadits ash Shohihah . Takbir pada Idul Fithri dimulai pada waktu keluar menunaikan shalat Id).Berkata Al-Muhaddits Syaikh Al Albani : Dalam hadits ini ada dalil disyari’atkannya melakukan takbir dgn suara jahr di jalanan ketika menuju mushalla sebagaimana yg biasa dilakukan kaum muslimin. Meskipun banyak dari mereka mulai menganggap remeh sunnah ini hingga hampir-hampir sunnah ini sekedar menjadi berita.Termasuk yg baik utk disebutkan dalam kesempatan ini adl bahwa mengeraskan takbir disini tidak disyari’atkan berkumpul atas satu suara {menyuarakan takbir secara serempak dengan dipimpin seseorang -pent} sebagaimana dilakukan oleh sebagian orang. Demikian pula tiap dzikir yg disyariatkan utk mengeraskan suara ketika membacanya atau tidak disyariatkan mengeraskan suara maka tidak dibenarkan berkumpul atas satu suara seperti yg telah disebutkan . Hendaknya kita hati-hati dari perbuatan tersebut(1) dan hendaklah kita selalu meletakkan di hadapan mata kita bahwa sebaik-baik petunjuk adl petunjuknya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam .Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah ditanya tentang waktu takbir pada dua hari raya {Kapan kaum musliminb diperintahkan takbir di kedua hari raya – pent} maka beliau rahimahullah menjawab : Segala puji bagi Allah pendapat yg paling benar tentang takbir ini yg jumhur salaf dan para ahli fiqih dari kalangan sahabat serta imam berpegang dengannya adl : Hendaklah takbir dilakukan mulai dari waktu fajar hari Arafah sampai akhir hari Tasyriq { tanggal 111213 Dzulhijjah} dilakukan tiap selesai mengerjakan shalat dan disyariatkan bagi tiap orang utk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika keluar utk shalat Id. Ini merupakan kesepakatan para imam yg empat . (Majmu Al -Fatawa 24/220 dan lihat ‘Subulus Salam’ 2/71-72)Ibnu Umar dahulu apabila pergi keluar pada hari raya Idhul Fithri dan Idhul Adha beliau mengeraskan ucapan takbirnya sampai ke mushalla kemudian bertakbir sampai imam datang.
{HR Ad Daraquthni dan Ibnu Abi Syaibah dan selain mereka dgn sanad yg shahih. Lihat Irwa ‘ul Ghalil 650}.Aku katakan : Ucapan beliau rahimahullah : ‘ setelah selesai shalat’ -secara khusus tidaklah dilandasi dalil. Yang benar takbir dilakukan pada tiap waktu tanpa pengkhususan.
Yang menunjukkan demikian adl ucapan Imam Bukhari dalam kitab ‘Iedain dari Shahih Bukhari 2/416 : Bab Takbir pada hari-hari Mina dan pada keesokan paginya menuju Arafah .Umar Radliallahu ‘anhu pernah bertakbir di kubahnya di Mina. Maka orang-orang yg berada di masjid mendengarnya lalu mereka bertakbir dan bertakbir pula orang-orang yg berada di pasar hingga kota Mina gemuruh dgn suara takbir.Ibnu Umar pernah bertakbir di Mina pada hari-hari itu dan setelah shalat di tempat tidurnya di kemah di majlis dan di tempat berjalannya pada hari-hari itu seluruhnya.Maimunnah pernah bertakbir pada hari kurban dan para wanita bertakbir di belakang Aban bin Utsman dan Umar bin Abdul Aziz pada malam-malam hari Tasyriq bersama kaum pria di masjid .Pada pagi hari Idul Fitri dan Idul Adha Ibnu Umar mengeraskan takbir hingga ia tiba di mushalla kemudian ia tetap bertakbir hingga datang imam. (Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni Ibnu Abi Syaibah dan selainnya dgn isnad yg shahih. Lihat Irwaul Ghalil’ 650)Sepanjang yg aku ketahui tidak ada hadits nabawi yg shahih tentang tata cara takbir. Yang ada hanyalah tata cara takbir yg di riwayatkan dari sebagian sahabat semoga Allah meridlai mereka semuanya.Seperti Ibnu Mas’ud ia mengucapkan takbir dgn lafadh : Allahu Akbar Allahu Akbar Laa ilaha illallaha wa Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil hamdu. : “ Allah Maha Besar Allah Maha Besar Tidak ada sesembahan yg benar kecuali Allah Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan utk Allah segala pujian . (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 2/168 dgn isnad yg shahih)Sedangkan Ibnu Abbas bertakbir dgn lafadh : Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar wa lillahil hamdu Allahu Akbar wa Ajallu Allahu Akbar ‘alaa maa hadanaa. : “ Allah Maha Besar Allah Maha Besar Allah Maha Besar dan bagi Allah lah segala pujian Allah Maha Besar dan Maha Mulia Allah Maha Besar atas petunjuk yg diberikannya pada kita . (Diriwayatkan oleh Al Baihaqi 3/315 dan sanadnya shahih)Abdurrazzaq -dan dari jalannya Al-Baihaqi dalam As Sunanul Kubra - meriwayatkan dengan sanad yg shahih dari Salman Al- Khair Radliallahu anhu ia berkata : : “ Agungkanlah Allah dgn mengucapkan : Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar kabira .Banyak orang awam yg menyelisihi dzikir yg diriwayatkan dari salaf ini dgn dzikir-dzikir lain dan dgn tambahan yg dibuat-buat tanpa ada asalnya. Sehingga Al-Hafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata dalam Fathul Bari : Pada masa ini telah diada-adakan suatu tambahan dalam dzikir itu yg sebenarnya tidak ada asalnya .Footnote :. Yang lbh tragis lagi pelaksanaan takbir utk hari raya Iedhul Fithri khususnya sebagian kaum muslimin di negeri-negerinya melakukan dgn cara-cara yg jauh dari sunnah seperti yang disebutkan di atas dan yg lbh fatal sebagian mereka mengadakan acara takbiran – menurut anggapan mereka – pada malam hari Lebaran sudah mengumandangkan kalimat takbir bahkan dgn cara-cara yg penuh dgn kemaksiatan musik bercampurnya laki-laki dan wanita serta berjoget-joget dan kemungkaran lainnya – yg sudah dianggap bagian dari syiar Islam. Bahkan mereka menganggap hal itu sunnah dan kewajiban yg harus dilakukan dgn cara yg demikian. Laa haula walaa quwwata illa billah – pent.{Dinukil dari Ahkaamu Al’ Iidaini Fii Al-Sunnah Al-Muthahharah Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Halabi Al-Atsari dan Syaikh Salim Al Hilali edisi Tuntunan Ibadah Ramadhan dan Hari Raya terbitan Maktabah Salafy Press penerjemah ustadz Hannan Husein Bahannan}


sumber : http://blog.re.or.id/tuntunan-para-salaf-dalam-bertakbir-disaat-hari-raya-fiqih.htm

Tips Mudik dengan Sepeda Motor

Berikut adalah tips atau hal-hal yang kiranya harus diperhatikan dan dipersiapkan bagi para pemudik Lebaran yang menggunakan sepeda motor, agar perjalanan mudik aman dan selamat sampai ke kampung halaman yang dituju!

1. Persiapkan sepeda motor dengan maksimal.
Terdengar klise, tetapi penting dilakukan. Manfaatkan waktu servis beberapa hari sebelum mudik agar tak terlalu mengantre di bengkel.

2. Standar keselamatan berkendara.

Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, seperti helm standar, sarung tangan, sepatu, jaket, dan celana panjang. Banyak yang mengatakan biaya aksesori mudik lebih mahal daripada biaya mudik. Padahal, benda-benda ini bisa menjadi investasi di masa depan dan juga investasi kehidupan agar terhindar dari risiko kecelakaan.











3. Muatan yang tepat.
Pulang ke kampung tentu Anda ingin membawa banyak bawaan. Hati-hati, beban yang berlebih di bagasi bisa mengakibatkan sepeda motor oleng di jalan. Jika terpaksa bawa banyak barang, gunakan jasa pengiriman barang.

4. Rencanakan waktu mudik.
Agar tak terburu-buru, perhitungkan waktu keberangkatan dan kepulangan Anda.

5. Manfaatkan pos siaga mudik lebaran.
Di sepanjang jalur mudik akan tersedia banyak pos siaga baik. Di pos ini Anda bisa beristirahat, bertanya jalan jika tersesat, dan manfaatkan fasilitas peta gratis.

6. Cek jalur mudik.
Bagi para pemula sebaiknya cari informasi jalur yang akan dilalui. Jangan lupa juga untuk mencari jalur alternatif jika sewaktu-waktu jalur yang Anda tak bisa dilalui.

7. Kenali kendaraan yang dipakai.
Jika Anda menggunakan sepeda motor baru bukan berarti semua akan berjalan lancar. Coba kenali dulu “ciri khas” kendaraan Anda, seperti bagaimana kemampuan akselerasi, rem, dan keseimbangannya. Apalagi jika Anda meminjam sepeda motor teman.



sumber : http://westjava.org/tips-aman-mudik-dengan-sepeda-motor/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...