Sunday, July 17, 2011

Candi Sajiwan / Candi Sojiwan



Keletakan:

Candi Sajiwan atau sering juga disebut Candi Sojiwan terletak di Dusun Sajiwan, Kalurahan Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah.
Letak candi ini berada di arah tenggara kompleks Candi Prambanan pada jarak sekitar dua kilometeran.
Data Fisik:
Menurut para arkeolog Candi Sajiwan memiliki denah berbentuk bujur sangkar dengan ukuran sekitar 19 m x 19 m. Candi ini memiliki penampil di sisi bagian barat. Di sisi ini pula terdapat tangga untuk menuju bilik candi. Pada penampil terdapat pula sebuah gerbang yang kelihatan berdiri sendiri. Tangga di pintu utama juga memiliki pipi tangga atau sering disebut juga tangga bersayap yang pada kedua ujungnya terdapat Makara.
Pada saat ini kondisi fisik Candi Sajiwan sangat memprihatinkan. Lebih-lebih setelah peristiwa gempa 27 Mei 2006 lalu. Gempa ini berandil besar dalam keruntuhan bangunan Candi Sajiwan yang semula tengah mengalami proses penyusunan ulang dan tengah mencapai tahapan hampir 70 %. Akibat gempa itu pula proses penyusunan ulang batuan mengalami kehancuran total sehingga untuk penyusunan kembali dibutuhkan usaha mulai dari nol lagi.
Candi ini diduga memiliki ukuran yang cukup tinggi hingga bagian atap atau puncaknya. Sayangnya atap dari candi ini tidak bisa ditemukan lagi karena keruntuhannya. Tinggi tubuh candi yang bisa dikatakan relatif utuh memiliki ukuran sekitar 5 meteran. Di depan candi ini terdapat 2 buah arca dwarapala.
Reruntuhan Candi Sajiwan ditemukan oleh orang asing untuk yang pertama kali pada tahun 1813. Orang asing itu bernama Kolonel Collin Mackenzie, salah satu anak buah Thomas Stamford Raffles. Mackenzie berhasil menemukan puing-puing Candi Sajiwan karena pada waktu itu ia tengah ditugaskan oleh Raffles untuk meneliti peninggalan-peninggalan kuno yang berada di seputaran Prambanan.
Menurut laporan penelitian yang pernah dilakukan oleh SPSP Jawa Tengah, Candi Sajiwan pernah diteliti oleh W.E. Dorrepaal pada tahun 1983. SPSP Jawa Tengah sendiri pernah melakukan penelitian dan ekskavasi pada tahun 1977. Kemudian dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 1994 banyak ditemukan batuan kulit maupun batuan isi. Batuan-batuan ini memiliki bagian yang merupakan kunci atau kait untuk menyambung atau menyatukannya dengan batuan lain.

Latar Belakang
Sampai saat ini belum ada penelitian yang lengkap yang mampu mengungkapkan latar belakang Candi Sajiwan. Baik itu latar belakang sejarah, sosial, ekonomi, religi, dan sebagainya. Diduga candi Sajiwan dibangun sezaman dengan Candi Sewu, Candi Plaosan, dan Candi Kasalan yakni pada kisaran abad 8-9 Masehi. Candi Sajiwan merupakan candi yang beraliran Budha sama seperti Candi Sewu, Kalasan, dan Plaosan.
Pada kaki Candi Sajiwan ini semula terdapat 20 relief fable (cerita binatang) yang diduga bersumberkan pada Jataka dari India. Jataka sendiri adalah kumpulan cerita binatang yang berisi ajaran moral dan etika. Selain terdapat relief fable, di tubuh candi juga terdapat relief dewa-dewi, motif suluran, dan motif kain (batik).
Pada sisi utara (kanan) candi ditemukan banyak reruntuhan batuan yang berserak. Diduga reruntuhan batuan di sisi utara candi ini dulunya merupakan kompleks vihara. Sedangkan di bagian depan candi terdapat reruntuhan batuan dan kaki serta fondasi candi yang diduga merupakan candi perwara atau pendamping.
Pasca gempa 27 Mei 2006 Candi Sajiwan dibangun kembali. Pada pertengahan Agustus 2008 ini 80 % bagian tubuh candi telah selesai disusun ulang.




sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...