Wednesday, July 13, 2011

Pantai Wediombo

Pantai Wediombo Yang Ramai Sekali

Akhirnya hujan reda juga, saya pun segera bisa melanjutkan ke tujuan terakhir saya yaitu Pantai Wediombo. Pantai ini memang letaknya cukup jauh dari deeretan Pantai Baron, Krakal, Sepanjang, dan Drini karena sudah berada di Kecamatan Tepus. Dari Pantai Drini diperlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk sampai di Pantai Wediombo. Sayangnya saat sampai di dekat Pantai Sundak hujan kembali datang dan cukup deras. Saya kembali berhenti di salah satu tempat pinitipan kendaraan yang ada di Pantai Sundak untuk berteduh.

Setelah hujan kembali reda saya dengan segera memacu kendaraan saya karena waktu juga sudah hampir sore. Dalam perjalanan ke Pantai Wediombo ini juga terdapat beberapa pantai yang dilewati, salah satunya yang terkenal adalah Pantai Siung. Pantai Siung ini terkenal karena memiliki banyak jalur untuk panjat tebing. Sayangnya saya tidak akan berhenti di Pantai Siung karena selain waktu yang sudah mepet, juga karena saya sangat penasaran dengan keindahan Pantai Wediombo yang menurut orang-orang sangat bagus.

Tidak terasa perjalanan selama 45 menit sudah saya lalui. Saya sudah sampai di pos pemungutan retribusi untuk masuk ke Pantai Wediombo. Tapi loh kok udah ramai aja ngantri bayarnya di pos ini. Jangan-jangan nanti di pantai juga udah padet lagi. Eh ternyata bener banget. Menjelang sampai di pantai jalannya macet abiss. Bahkan Banyak juga rombongan yang datang ke pantai dengan menggunakan bus ataupun truck.

Sepertinya nggak cuma itu aja. Sampai di tempat parkir saya nggak dapet tempat buat memarkirkan motor saya. Rata-rata tempat penitipan kendaraan sudah penuh. Saya nekat masuk ke parkiran yang lebih dekat ke pantai dengan berdesak-desakan dengan mobil-mobil yang akan keluar masuk serta para pengunjung pantai yang berjalan kaki menuju ke pantai. Untungnya masih dapet tempat parkir meskipun asal ditaruh aja itu motor.
Pantai Wediombo Yang Ramai Sekali
Berjalan ke pantai kembali harus berdesak-desakan dengan para pengunjung yang lain. Sangat tidak nyaman apalagi jalannya becek karena baru saja turun hujan. Di sepanjang jalan menuju pantai ini juga terdapat para pedagang ikan. Padahal kan Pantai Wediombo setau saya bukan tempat nelayan melaut. Nggak tau ikan-ikan ini di dapat darimana, mungkin dari pantai-pantai sekitarnya lalu dijual disini karena pengunjungnya yang ramai. Yang jelas ikan yang dijual hanya satu jenis, ikan kakap sirip kuning saja.

Mendekati pantai semakin terasa pantai ini banyak sekali pengunjungnya. Dan begitu saya tiba di pantai langsung nggak keliatan deh keindahan pantai ini. Banyak banget pengunjungnya, semua tumpah ruang di pantai. Nggak orang tua, remaja, anak-anak, nenek, kakek, semua ada disini. Nggak sedikit juga yang menggelar tikar di tepi pantai lalu buka bekel dan makan bareng deh disana. Ini jadi mengingatkan saya saat masih kecil dan masih berada di Lampung. Ketika itu keluarga saya rata-rata hanya bisa berwisata dan berlibur saat libur lebaran seperti ini saja. Pergi ke pantai ramai-ramai dan membawa bekal. Hehehe..
Pantai Wediombo Yang Ramai Sekali
Sebenarnya Pantai Wediombo ini cukup luas dan banyak batu-batu karang disana. Mungkin kalau sepi bakal lebih inidah karena airnya juga jernih. Tapi saat saya berkunjung ini sangat ramai. Pantai Wediombo jadi lebih mirip dengan Pantai Kuta pada sore hari dimana banyak sekali pengunjung yang datang. Saya kurang suka dengan kondisi seperti ini jadi saya memutuskan untuk tidak berlama-lama disini. Mungkin kapan-kapan saya harus mengatur jadwal lagi untuk kembali ke Pantai Wediombo saat bukan masa liburan agar bisa mendapatkan keindahan pantai ini sepenuhnya. Sekarang karena sudah sore dan sudah cukup lelah jadi saya pikir lebih baik pulang saja ke Jogja agar nanti tidak terlalu malam sampainya.



sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...