Sunday, July 10, 2011

Jembatan Tumbang Nusa Terpanjang di Indonesia


Tumbang Nusa adalah sebuah desa di kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Hmmm, kalau buat saya Tumbang Nusa sendiri adalah satu bagian paling istimewa dari rute Pulang Pisau-Palangkaraya dan memang ini termasuk dalam alur jalan Trans Kalimantan.
Kenapa istimewa? Simpel kok, karena ada jembatan layang terpanjang di Indonesia.

Trek asik buat balapan, hahaha...apalagi kalo udah di belokan begini : miriiiing...
Nah, mengutip data dari blognya mas anse_Heart Of Borneo Land jembatan layang ini panjangnya  lebih dari 7,1 KM berada di ruas jalan Bereng Bengkel KM 35, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersamaan dengan pencanangan panen raya lahan eks Pengembangan Lahan Gumbut (PLG) pada akhir Agustus 2006 tahun lalu.
Pembangunan jalan layang ini dimulai sejak tahun 2000 dan selesai pengerjaannya pada 14 Juni 2006. merupakan ruas jalan penghubung utama antara Provinsi Kalimantan Tengah (Palangkaraya) dan Kalimantan Selatan (banjarmasin) ini berada pada dataran rendah dan daerah rawa di antara Sungai Kahayan, Sungai Sebangau dan Sungai Kapuas. Apabila sungai-sungai ini meluap, segmen ini dipastikan tergenang banjir dan terendam air sedalam 1 – 1,5 m dengan lama genangan 15 – 30 hari, dengan frekuensi 3 – 4 kali setiap tahun.
Jalan layang ini menggunakan desain konstruksi Piled Slab dengan metode End Bearing  dengan menggunakan tiang pancang hingga mencapai tanah keras dengan total biaya yang dipergunakan  untuk membangun jalan layang ini mencapai Rp 147 milyar, yang bersumber dari dana APBN Rp 139 milyar dan APBD Rp 8 milyar. Dengan adanya jalan layang Tumbang Nusa menghemat waktu tempuh dari Palangkaraya ke Banjarmasin dan sebaliknya, dari 8 jam menjadi 4 jam.
Kalau mau nostalgia, dulu jaman masih SD naik colt L300 yang sopirnya letek keringetan nyetel lagu disco, nutup pintu pake tali tambang, jaman belom ada Antimo, *halah*…waktu musim hujan dan banjir, macetnya bisa sampai 48 jam lho…Dulu pernah ikut lomba mading dan kita ngambil jembatan ini buat ikonnya. Tapi karena pecah dalam perjalanan, akhirnya kita bikin baru dengan buru-buru. Hasilnya ga maksimal dehhh.. :(


Hmmm, ini waktu baru dipasang tiang-tiangnya...

Ini waktu belum jadi, beceeekk ga ada ojek, dan cinta laura belum nongol.


Tuh, dulu lubangnya gede-gede. Salah-salah bisa selip dan mesti diderek.
Alhamdulillah, sekarang udah mulus dan pemandangannya juga bagus. Langit tampak luas dan kiri-kanan jalan udah kaya lautan kelakai (semacam tanaman pakis). Sayangnya, selalu ada tangan-tangan vandalis kereaktif yang ikut sumbangsih mengabadikan kenangannya dengan bikin coretan pilox gak jelas. Hmmm, kayaknya kalo difasilitasi dengan bikin lomba ngemural disini pasti jadi  lebih keren dan artistik. Siapa tau bisa masuk rekor MURI. hihihihihihi…

Langit berasa luaaaaaaaaaas banget disini...




sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...