Wednesday, July 13, 2011

Air Terjun Coban Talun

Coban Talun
 
Berbekal info dari google maps BB, kami berangkat menuju ke Coban Talun. Melihat di peta tersebut jaraknya tidak jauh dari Selecta, hanya 3,5 km. Ditambah lagi jalan untuk kesana juga tidak terlalu rumit. Itu sih di peta, kenyataannya gimana? Sebenarnya jaraknya memang tidak jauh, tapi waktu saya kesana kemaren jalan utama yang biasa digunakan untuk menuju Coban Talun ditutup total karena ada hajatan. Nah loh disini saya kebingungan dan berusaha cari jalan lain. Dengan sedikit kesabaran akhirnya ketemu juga jalan tersebut melewati gang-gang di tengah perkampungan penduduk yang cukup sepi. Di sepanjang jalan tadi kami disuguhi pemandangan pepohonan apel yang menghijau sampai akhirnya saya sampai di pos pembayaran karcis.

Tiket masuk ke Coban Talun adalah 4.000 per orang, sedangkan motor 1.000. Setelah pos tersebut kami harus melewati jalan yang sangat buruk. Jalan tersebut hanya berupa batu-batu yang berukuran agak besar kemudian ditata di jalan. Cukup efektif agar jalan tidak ambles di musim hujan karena kendaraan yang biasa lewat situ adalah truck pemuat pasir. Namun dengan mengendarai kuda besi di jalan tersebut kami serasa naik kuda beneran. Untungnya jalan jelek tersebut tidak terlalu panjang, hanya sekitar 200-300 meter.

Coban Talun
Coban Talun
 
Jalan jelek sudah terlewati, kami sampai di parkiran yang berada di pinggir jalan. Kami semula bingung, bener nggak ini tempat parkir untuk ke air terjun? Gimana nggak bingung lha wong parkirnya cuma di pinggir jalan, motor ditaruh di bawah pohon, sedangkan di sebelahnya hanya sebuah warung kecil yang sepi. Apalagi yang parkir cuma ada beberapa motor saja. Keraguan saya sirna setelah tanya ke tukang parkir, dan memang benar air terjun ada di dalam sana.

Masalah pertama selesai, segera kami mencoba masuk. Disini kami kembali ragu. Lho kok ada sungai yang menghadang. Yap kami harus menyeberangi sungai terlebih dahulu. Sungai yang terdapat seperti bendungan dengan air yang dangkal dan tidak deras. Terlihat beberapa orang berfoto di sungai ini. Kurang tau kalau musim hujan kayak apa.

Coban Talun
Coban Talun
 
Setelah menyeberangi sungai kami mulai masuk ke dalam hutan. Di tepi sungai tersebut terdapat camping ground. Terlihat pula beberapa orang yang sedang camping disitu. Kami terus menelusuri jalan setapak menuju ke air terjun. Kemudian kami menemukan persimpangan, ke kanan dan ke kiri. Persimpangan yang ke kanan jalannya lebih lebar, terlihat sering dilewati. Bahkan terlihat banyak jejak motorcross di jalan ini. Sementara jika belok kiri hanya jalan setapak dan terlihat jarang dilewati karena banyak semak-semak. Tanpa pikir panjang kami ambil jalan yang ke kanan. Di tengah hutan pinus hanya berdua agak merinding juga. Nggak ada siapapun yang lewat, yang terdengar hanya kicauan-kicauan burung saja. Semakin lama jalan semakin menanjak. Kami sudah cukup jauh berjalan, mungkin sekitar 1 km tapi air terjun tidak kunjung kami temukan. Kebetulan ada bapak-bapak yang sedang mencari rumput, kami tanya kepadanya tentang keberadaan Coba Talun. Dan ternyata kami salah jalan saudara-saudara. Harusnya di persimpangan tadi belok ke kiri. Feeling saya nggak tepat hari ini. Oh my god! Berarti harus balik sejauh itu lagi. Hahaha..

Kami balik ke persimpangan yang tadi dan melanjutkan mencari Coban Talun. Sekarang kami sudah berada di jalan yang benar. Sungguh merepotkan karena nggak ada petunjuk satupun untuk ke air terjun itu. Jalan setapak itu kami lewati. Sama seperti saat nyasar tadi, jalan sepi sekali. Kicauan burung yang terdengar menemani langkah kami. Untung di jalan kami berpapasan dengan dua orang yang baru saja dari air terjun. Katanya lokasi air terjunnya masih jauh dan jalan ke air terjun nanti menurun sangat curam.

Coban Talun
 
Perkataan mas tadi benar sekali. Jalan berubah jadi cukup curam. Trap/anak tangga yang tadinya dibuat dari tanah itu sebagian sudah hilang. Beberapa masih ada anak tangga yang disangga dengan kayu agar tidak longsor saat hujan tiba. Jika hujan dipastikan jalan ini sangat licin. Anda harus berhati-hati agar tidak terperosok. Tidak hanya curam, jalan setapak ini juga berliku seperti nggak ada habisnya. Saat kaki sudah terasa lelah, terdengar suara air terjun yang membuat kami bersemangat lagi. Wahh akhirnya kami sampai juga di Coban Talun. Jarak dari parkiran tadi ke Coban Talun sekitar 1 km, ditambah kami nyasar 1 km total kami sudah berjalan sejauh 3 km. Kelelahan itu sirna setelah kami sampai di air terjun yang indah ini. Ternyata sungai yang kami lewati dekat parkiran tadi adalah bagian atas dari air terjun.

Tidak ada informasi berapa tinggi air terjun ini, tapi tingginya cukup lumayan. Aliran Coban Talun juga cukup deras. Berada di dekat air terjun sebentar saja bisa membuat baju basah semua. Airnya sangat segar, saya sempat cuci muka untuk menikmati kesegaran air terjun. Kolam penampungan di bawah air terjun juga tidak dalam sehingga anak kecil pun bisa berenang di kolam penampungan tersebut. Coban Talun masih sangat alami, jarang ada yang datang ke air terjun cantik ini. Mungkin karena medannya yang berat. Saat kami sampai disana hanya ada beberapa pengunjung, tidak lebih dari 5 orang. Tidak lama kemudian rombongan yang camping di atas tadi berdatangan untuk mandi dan foto-foto.

Coban Talun
 
Selama hampir 3 jam kami berada disana menikmati pemandangan yang luar biasa ini. Pemandangan yang sungguh memukau. Sudah cukup juga foto-fotonya. Hehe.. Hari yang semakin sore membuat kami harus segera bergegas naik agar tidak terjebak gelap di hutan. Tentu saya tidak mau kalau harus berjalan di tengah hutan saat gelap, apalagi saya tidak membawa alat penerangan sama sekali.

Kembali ke tempat parkir berarti kami harus berjalan melewati jalan sama dengan tadi. Kalau berangkatnya jalan menurun, untuk pulangnya jalan menanjak abis-abisan. Kadang kami harus berjalan merangkak. Suer capek banget ngelewatin jalan kayak gitu, nanjaknya nggak karuan. Perjalanan pulang ini jauh lebih berat daripada saat berangkat. Sedikit lega setelah melewati jalan menanjak itu sampai akhirnya kami sampai di parkiran kembali. Total kami sudah berjalan 4 km di kawasan ini dengan rincian 2 km nyasar dan 2 km lagi perjalanan pergi-pulang ke air terjun. Hahaha..

Selain air terjun sepertinya nggak ada hal yang menarik di lokasi ini. Katanya sih ada Goa Jepang tapi saya nggak tau tempatnya dimana. Saya juga nggak berpikiran untuk mencarinya. Bagi yang mau kesini sebaiknya persiapkan fisik Anda. Pertimbangkan kembali jika akan membawa keluarga/anak-anak kesini karena medannya yang berat jangan sampai nanti malah repot di jalan. Bagi para pecinta alam, yang suka camping, atau yang suka trekking tempat ini sepertinya menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi.

Coban Talun
 
Saya sendiri masih ingin balik lagi ke Coban Talun. Tapi mungkin sendiri atau dengan teman-teman, nggak sama Nyonya. Soalnya Nyonya kapok dengan jalannya yang cukup sulit itu. Hehe.. Cukup sudah di Coban Talun, kami kembali ke Kota Batu untuk makan dan beli oleh-oleh.




sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...