Sunday, July 10, 2011

Taman Sakura Cibodas


Pohon Sakura Induk.JPG
Pohon Sakura Induk di Kebon Raya Cibodas saat bunganya sedang mekar

Untuk melihat Bunga Sakura mekar, orang Indonesia kini tidak perlu pergi ke Jepang karena bisa langsung datang ke Kebun Raya Cibodas yang berada di Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat, tiga jam perjalanan dari Jakarta.

Di sana, telah dibangun Taman Sakura sejak 16 April 2007, yang berisi 400 pohon Sakura yang ditanam pada area seluas 5.000 meter persegi dengan ketinggian 1.400 meter diatas permukaan laut.
Dan saat ini bunga pohon sakura yang ada di Kebon Raya Cibodas sedang mekar dan diperkirakan akan berakhir pada awal bulan Februari.
Pohon Sakura koleksi Taman Sakura rata-rata umurnya antara 4 sampai 5 tahun dengan ketinggian pohon antara 3 sampai 5 meter.
Dan pada salah satu bagian taman yang ada sungainya, pohon Sakura jenis Himalaya (prunus cerasoides D Don) di tanam berbaris sepanjang 100 meter disamping kiri dan kanan alur sungai dengan jarak antara tiap pohon sejauh 5 meter.

Pohon Sakura di Sungai.JPG
Pohon Sakura di Sungai Kebon Raya Cibodas

Menurut Holif Imamuddin (58 tahun) mantan Kepala Kebun Raya Cibodas yang bertugas antara tahun 2002 sampai 2007 dan juga penggagas ide pembuatan Taman Sakura, Pohon Sakura yang ada di Kebun Raya Cibodas mekar dua kali dalam setahun yakni antara bulan Januari-Februari dan antara bulan Agustus-September, namun untuk waktu mekarnya masih belum stabil.

holif imamuddin.JPG
Holif Imamuddin, penggagas ide pembuatan Taman Sakura

Holif menjelaskan koleksi awal pohon sakura Kebun Raya Cibodas dan juga yang paling banyak tumbuh di taman Sakura merupakan jenis Himalaya (prunus cerasoides D Don).
Sedangkan koleksi pohon Sakura lainnya didapat dari peneliti Jepang yang datang ke Kebon Raya Cibodas serta pemberian pohon Sakura dari Jepang pada tahun 2004 kepada Presiden Megawati.
Selain itu, pengelola Kebon Raya Cibodas sendiri juga melakukan pengembangbiakan pohon Sakura baik dengan cara vegetatif (stek) maupun dengan biji.

Sakura Close Up.JPG
Bunga Sakura Jenis prunus cerasoides D Don

Dalam pandangan Holif, sekitar 90 persen masyarakat Indonesia ingin mengetahui lebih banyak mengenai Bunga Sakura.
Di Indonesia, pada pertengahan tahun 80-an, musisi terkenal Fariz RM menciptakan lagu berjudul Sakura yang ketika itu mendapat sambutan luar biasa terutama di kalangan anak muda dan remaja sehingga menambahkan kepopuleran Sakura di Indonesia.
Dan pada film animasi dari Jepang yang ditayangkan di beberapa stasiun TV swasta kadang-kadang ada bagian cerita yang memperlihatkan suasana saat orang berkumpul menikmati bunga sakura yang sedang mekar.
 Di Jepang, saat bunga sakura mekar, yang biasanya terjadi pada awal bulan April, hal ini menjadi suatu peristiwa nasional, dan hampir setiap hari siaran TV memberitakan perkembangannya.
Saat itu orang Jepang akan berpesta bersama keluarga atau teman sambil menikmati keindahan bunga sakura yang bermekaran atau bahasa Jepangnya hanami.
Biasanya hanami dilakukan sambil minum sake dan bernyanyi bersama dan karena ramainya maka orang sering berebutan mendapatkan lokasi terbaik guna melihat Sakura, sehingga sejak malam sebelumnya akan dikirim orang untuk menunggui tempat yang akan dipakai.
Sebelum dibangun Taman Sakura, pohon Sakura tumbuh bertebaran di dalam Kebon Raya Cibodas sehingga pengunjung tidak dapat menikmati secara maksimal keindahan bunga Sakura yang mekar seperti di Jepang.
Pada tahun 1995, Holif berkesempatan pergi ke Jepang dan sempat melakukan kunjungan ke salah satu sekolah dasar dan saat itu ada banyak anak yang sedang belajar tentang alam dan banyak menanyakan kepada Holif mengenai alam di Indonesia.
Berdasarkan pengalaman itu, Holif mendapat kesan bahwa di Jepang cinta kepada alam sudah diperkenalkan sejak dini melalui pendekatan budaya yakni melalui tradisi hanami atau melihat bunga sakura yang sedang mekar.
Dengan adanya hanami maka orang kota di Jepang akan berkesempatan mendatangi taman kota dan berkumpul dan berdampak pada timbulnya rasa cinta kepada alam.
Dengan membuat taman khusus pohon Sakura, Holif berharap masyarakat Indonesia dapat menikmati bunga Sakura yang sedang mekar sekalian memupuk rasa sayang kepada alam.
Bagi Holif, Taman Sakura juga bisa menjadi sarana nostalgia bagi masyarakat Jepang yang ada di Indonesia dan orang Indonesia yang pernah belajar dan tinggal di Jepang.
Holif juga berharap suatu saat nanti dibawah naungan pohon Sakura, orang dapat melakukan pertukaran kebudayaan dan pengetahuan.

Kebun Raya Cibodas
Didirikan pada tahun 1852 oleh Kerajaan Belanda.
Awalnya merupakan bagian dari Kebun Raya Bogor.
Berada pada ketinggian 1.425 meter diatas permukaan laut.
Luas area keseluruhan 125 hektar.
Mempunyai 10.000 koleksi tumbuhan yang berasal dari Amerika Serikat, China dan Australia.
Suhu normal 18 derajat selsius.
Curah hujan tahunan 3.380 milimeter.
Koleksi lainnya antara lain bunga kamelia, hidrangea dan azalea.
Karcis masuk :
Rp 6.000 per orang
Rp 15.500 per mobil
Telephone : (0263) 512233

 


sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...