Wednesday, July 13, 2011

Pantai Kenjeran

Pantai Ria Kenjeran
Sebenarnya saya ke Kenjeran sudah beberapa minggu yang lalu sebelum pulang kampung ke Lampung. Waktu itu di hari Minggu nggak ada kerjaan jadi saya dan Nyonya pergi kesana. Jujur saja meskipun lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal saya di Surabaya, saya dan Nyonya belum pernah sama sekali mengunjungi tempat wisata keluarga yang menjadi favorit warga Surabaya ini.


Karena disebut Pantai Kenjeran jadi dibayangan saya adalah sebuah pantai dengan pasir yang putih, lalu saya bisa bermain air, bisa berjalan di tepi pantai dengan ditemani oleh semilirnya angin laut dan deburan ombak. Untuk itu saya menggunakan pakaian sesimpel mungkin, hanya dengan kaos oblong dan celana pendek.

Berangkat kesana dengan menggunakan motor butut kesayangan di bawah teriknya sinar matahari Surabaya yang sangat menyengat. Begitu sampai pintu gerbang lalu membayar tiket masuk untuk dua orang beserta kendaraan roda dua sebesar 5 ribu saja. Saya pikir memang cukup murah meriah dengan tiket seharga itu.

Begitu masuk saya bingung mencari lokasi pantainya. Lalu terdapat sebuah petunjuk besar yang mengarahkan lokasi menuju pantai ataupun beberapa tempat lain yang ada di kawasan wisata ini. Dalam perjalanan saya mencari lokasi pantai dengan menggunakan motor tersebut saya melihat ada ketidakberesan pada tempat ini. Banyak pasangan muda-mudi yang sedang memadu kasih, bercumbu mesra tanpa malu melakukannya di tempat umum. Nggak cuma satu atau dua pasangan, tapi banyak!! Rata-rata melakukannya di bawah pohon.
Pantai Ria Kenjeran
Karena bingung nyari lokasi pantai nggak ketemu malah ketemu tempat parkir. Ya udah akhirnya saya memarkirkan kendaraan disana, mungkin pantainya ada di deket tempat parkir. Setelah memarkirkan kendaraan saya berjalan mengikuti orang-orang lain yang sebagian besar berpasangan yang juga sedang berkunjung di Pantai Kenjeran. Semakin lama saya semakin bingung, saya tidak menemukan pantai yang seperti saya pikirnya diatas. Yang ada adalah laut dengan warna coklat kotor yang sedang surut, lalu terlihat lumpur yang ada di bawahnya. Meskipun begitu dipinggir laut tersebut terdapat tempat-tempat peneduh yang sengaja dibuat untuk duduk santai. Yang kembali membuat saya tercengang, lagi-lagi tempat tersebut digunakan untuk mesum. Nggak muda-mudi, nggak bapak-bapak, emak-emak, tante-tante, terutama yang berdua saja, semuanya sama saja. Mesummmmm!!

Karena merasa nggak nyaman saya pun pergi dari tempat itu. Tadi sewaktu mencari lokasi pantai saya melihat penunjuk arah menuju patung Buddha. Saya mencoba mencarinya dengan harapan pemandangan disana akan lebih baik, tidak seperti yang saya lihat sekarang ini.

Pantai Ria Kenjeran
Tidak terlalu lama mencari karena jaraknya tidak jauh dari tempat parkir kami tadi, akhirnya sampai lah kami di patung Buddha. Benar saja tempat ini terasa lebih baik untuk kami. Hanya ada orang yang benar-benar berwisata ataupun beribadah, tempatnya sejuk, lebih tenang, dan yang paling penting nggak ada orang mesum.

Menariknya patung Buddha disini dalam posisi duduk dan memiliki empat wajah. Sedangkan untuk tangannya saya tidak menghitung jumlahnya ada berapa yang jelas ada banyak. Kalau saya perhatikan yang orang-orang yang beribadah disini menyembah dengan memutari keempat sisi patung Buddha tersebut.

Di area ini nuansa China memang sangat kental. Di belakang patung Buddha juga terdapat sebuah ruangan dengan bangunan khas China yang didominasi oleh warna merah yang sangat mencolok. Di sisi lain terdapat sebuah patung Ganesha yang juga digunakan untuk sembahyang.
Pantai Ria Kenjeran
Tepat di seberang area patung Buddha terdapat sebuah wihara yang cukup sibuk siang itu karena banyak yang datang untuk beribadah. Karena penasaran, saya tanya kepada penjual minuman yang ada di luar wihara. Saya tanya, "Ada apa saja pak di dalam?" Mungkin pertanyaan bodoh, udah tau wihara, masih nanya pula. Hehe.. Bapak itupun mengatakan kalau di dalam terdapat patung Dewi Kwan Imm. Beliau mengatakan kalau saya mau masuk langsung aja, nggak apa-apa dengan melewati orang-orang yang sedang beribadah tersebut. Saya masih belum yakin apakah akan masuk atau tidak, lalu bapak itu tadi kembali meyakinkan saya bahwa tidak apa-apa melewati orang-orang yang sedang bersembahyang tersebut.
Pantai Ria Kenjeran
Saya lalu memberanikan diri untuk masuk dengan melewati orang-orang yang sedang bersembahyang karena patung Dewi Kwan Imm lokasinya tepat di halaman belakang wihara. Hmmm.. Lokasi disini juga tergolong lumayan. Patung Dewi Kwan Imm tegak berdiri dengan para pengawal di samping kanan dan kirinya. Di bawahnya terdapat dua buah patung naga besar berwarna merah dan biru kehitaman.
Pantai Ria Kenjeran
Kami bisa duduk-duduk di bawah patung Dewi Kwan Imm menikmati semilirnya angin laut karena di bawahnya disediakan kursi-kursi untuk bersantai di tepi pantai. Meskipun Pantai Kenjeran bukanlah pantai yang menawarkan keindahan, tapi adanya patung Buddha dan patung Dewi Kwan Imm cukup mengobati rasa kekecewaan saya.
Pantai Ria Kenjeran



sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...