Thursday, July 7, 2011

Indonesia 7 Summits

Seorang pengusaha berkebangsaan Amerika Serikat bernama Dick Bass yang juga lulusan Yale University jurusan geologi, mencetuskan ide sirkuit pendakian Seven Summits sekaligus menjadi orang pertama yang berhasil menyelesaikannya pada tahun1985. Sirkuit Seven Summits versi Dick Bass meliputi Everest (8.848 mdpl) di Asia, Kilimanjaro (5.895 mdpl) di Afrika, Vinson Massif (4.897 mdpl) di Kutub Selatan (Antartika), Elbrus (5.642 mdpl) di Eropa, sementara benua Amerika dibagi menjadi dua bagian yaitu Amerika Utara dengan puncak McKinley (6.194 mdpl) dan Amerika Selatan dengan Aconcagua (6.962 mdpl). Terakhir adalah Kosciuszko (2.228 mdpl) di Australia.

Pendaki legendaris asal Italia, Reinhold Messner kemudian mengoreksi versi ini dan mengganti Kosciuszko dengan Carstensz Pyramid yang dianggap berada pada satu lempeng yang sama dengan Australia yaitu Lempeng Australasia. Pat Morrow menyelesaikan sirkuit versi ini pada tanggal 5 Agustus 1986. Messner menjadi yang kedua di akhir tahun yang sama. Maka lahirlah dua pandangan, ada yang mengakui Seven Summits versi Bass dan ada pula yang lebih mengakui versi Messner. Bahkan ada yang mencoba kedua versi sirkuit tersebut. Namun agaknya kini Carstensz Pyramid lebih dipandang, sangat mungkin karena lebih menantang dibandingkan puncak Kosciuszko yang bisa dengan amat mudah dicapai pendaki.
Mengapa angka tujuh yang dicantumkan sementara yang umum diketahui selama ini hanya ada lima benua saja di dunia? Dilihat dari sejarah pergerakan benua dalam rentang waktu ratusan juta tahun yang lalu, Eropa, Asia, Afrika dan Kutub Selatan, keempatnya merupakan benua-benua yang letaknya terpisah. Demikian pula dengan Amerika Utara dan Amerika Selatan yang saat itu juga terletak pada lempeng benua yang berbeda. Dengan demikian, sudah ada enam lempeng benua pada masa itu.
Terakhir yang menjadi perdebatan adalah Benua Australia dan Papua. Papua kini yang telah menjadi bagian dari wilayah Asia Tenggara, awalnya merupakan pecahan dari Benua Australia yang kemudian bergerak ke utara menyejajarkan diri dengan Pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan pulau-pulau kecil lain yang membentuk Indonesia. Pada dasarnya pulau-pulau yang terakhir disebutkan adalah pecahan dari Benua Asia.
Berdasarkan sejarah geologisnya, kepulauan di sekitar Australia yaitu New Zealand, Papua (New Guinea) dan Oceania dulu berada di daratan yang sama dengan Australia. Maka wilayah tersebut dianggap sebagai satu benua geologis Australasia atau biasa juga disebut Australia-Oceania. Maka jadilah Asia, Eropa, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika dan Australasia dianggap sebagai tujuh lempeng benua. Kutub Utara atau Arktika hanyalah sebuah pulau.

Summit 1 – CARSTENSZ PYRAMID, Papua, Indonesia
(Sumber foto : Dokumentasi Mahitala Unpar)

Daerah misterius yang tersembunyi di tengah rimba Papua. Dengan ketinggian 4.884 mdpl, Puncak Carstensz Pyramid adalah titik tertinggi di benua Australasia. Meskipun Papua masuk daerah Indonesia (Asia Tenggara), tetapi daratan Papua masih merupakan satu lempeng benua dengan Australia sehingga Carstensz Pyramid dapat menggeser Kosciuszko (2.228 mdpl) dari daftar Seven Summits yang mewakili benua Australia. Hal ini disebabkan karena ketujuh benua Seven Summits dibagi berdasarkan teori lempeng benua yang menggabungkan Papua, Kepulauan Pasifik, dan Australia sebagai satu benua, yaitu benua Australasia.
Carstensz Pyramid pertama kali didaki oleh Heinrich Harrer yang menulis buku “I Come From The Stone Age” mengenai kisah perjalanannya ke Papua. Secara teknikal Carstensz adalah gunung tersulit dari Seven Summits. Hanya beberapa ratus orang yang pernah mendaki Carstensz yang disebabkan oleh kondisi politik yang tidak stabil, dan karena letaknya yang tersembunyi di hutan rimba. Bersiaplah untuk mendaki dalam salju, hujan, dengan sarung tangan yang sobek akibat batu tajam.

Summit 2 – KILIMANJARO, Tanzania, Afrika
(Sumber foto : Dokumentasi Mahitala Unpar)

Kilimanjaro (5.895 mdpl) adalah puncak tertinggi di Afrika dan salah satu tempat terindah di dunia. Terletak di Tanzania, dekat dengan perbatasan Kenya, Kilimanjaro adalah gunung dengan pendakian non-teknikal yang dapat didaki oleh setiap orang dengan kondisi cuaca yang baik. Kilimanjaro adalah gunung berapi mati dengan tiga puncak, Kibo (5.895 mdpl), Shira (3.962 mdpl), dan Mawenzi (5.194 mdpl), yang mendapat gelar “the tallest freestanding mountain in the world”. Kata Kilimanjaro berasal dari bahasa Swahili yang berarti gunung putih, mengacu pada puncak-puncaknya yang terlihat tertutup salju. Terdapat lima rute pendakian menuju puncak tertinggi Kilimanjaro. Rute pendakian ini dianggap mudah dan tidak memerlukan teknik pemanjatan khusus. Pendakian juga bisa dilakukan sepanjang tahun tanpa musim pendakian tertentu. Tantangan terbesarnya adalah ketinggian (High Altitude). Lebih banyak pendaki yang meninggal karena penyakit ketinggian daripada terjatuh di Kilimanjaro.

Summit 3 – ELBRUS, Rusia, Eropa
(Sumber foto : Dokumentasi Mahitala Unpar)

Gunung Elbrus yang terletak di Pegunungan Caucasus, Rusia, memiliki dua puncak, yang tertinggi Puncak Barat (5.642 mdpl) dan yang lebih rendah Puncak Timur (5.621 mdpl). Pendakian ke puncak tertinggi Elbrus dapat dilakukan melalui dua jalur, Utara dan Selatan. Yang paling umum adalah jalur Selatan di mana pendakian dimulai pada ketinggian 3.800 mdpl. Sebelumnya para pendaki dapat menggunakan kereta gantung yang dimulai dari Azau pada ketinggian 2.200 mdpl.
Jalur Utara lebih jarang didaki karena memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding jalur Selatan. Jalur ini hanya disarankan bagi pendaki gunung yang berpengalaman dan memiliki skill pendakian gunung yang baik dan biasanya para pendaki yang mencari tantangan lebih akan memilih jalur Utara. Musim pendakian ke Gunung Elbrus berada di bulan Juni-September, tetapi Jalur Utara hanya disarankan untuk didaki pada bulan Juli-Agustus.

Summit 4 – ACONCAGUA, Argentina, Amerika Selatan
(Sumber foto : Dokumentasi Mahitala Unpar)

Terletak pada ketinggian 6.962 mdpl. Aconcagua adalah gunung tertinggi di Amerika Selatan. Gunung ini terletak di Jajaran Pegunungan Andes yang masuk dalam wilayah negara Argentina. Rute normal pendakian Aconcagua dari utara secara teknis dapat dianggap mudah untuk pendaki berpengalaman. Sedangkan sisi selatannya dianggap sangat sulit. Setiap tahun tercatat ada kurang lebih 3.500 orang yang mencoba mendaki Aconcagua. Sayangnya pendakian ke Puncak Aconcagua sering dianggap remeh sehingga banyak mengakibatkan cedera serius pada pendaki bahkan kematian dan sebagian besar kejadian tersebut terjadi di rute normal. Cuaca dingin yang ekstrim, badai angin, dan ketinggian membuat pendakiannya perlu sangat dipersiapkan dengan baik.

Summit 5 – DENALI, Alaska, Amerika Utara
(Sumber foto : www.7summits.com)

Puncak tertinggi di Amerika Utara adalah Denali (6.194 mdpl) yang terletak di Jajaran Pegunungan Alaska. Nama gunung ini sempat berubah yang cukup membuat banyak orang bingung. Denali sendiri adalah nama lokal yang kemudian diganti menjadi Mckinley dari William Mckinley, seorang calon presiden. Perdebatan terjadi dan akhirnya nama gunung ini kembali menjadi Denali, tetapi hingga kini tetap saja ada yang menyebutnya Gunung Mckinley.
Denali adalah gunung terdingin di dunia. Pada malam hari suhunya dapat mencapai -40°C. Kondisi cuaca paling baik untuk mendaki di Jajaran Pegunungan Alaska terletak pada bulan Mei hingga Juli. Tingkat keberhasilan paling tinggi dalam pendakian terletak pada bulan Juni di mana temperatur udara akan lebih hangat.
Ada beberapa rute pendakian untuk Denali dan beberapa sangat teknikal (ekstrim). Rute yang paling banyak digunakan adalah rute West Butress. Terdata lebih dari 20.000 pendaki yang melalui rute ini dan kurang lebih hanya 50% yang berhasil mencapai puncak. Bahkan pada musim pendakiannya, Denali pun akan sulit untuk didaki.

Summit 6 – VINSON MASSIF, Antartika
(Sumber foto : http://seven-summits-quest.com)

Gunung yang satu ini adalah yang terjauh letaknya, di benua tak berpenghuni yaitu Antartika. Vinson Massif (4.897 mdpl) terletak di Pegunungan Ellsworth. Vinson Massif sendiri ditemukan pada tahun 1957 oleh seorang Pilot Angkatan Udara Amerika Serikat. Vinson Massif diberi nama oleh Carl Vinson (yang juga merupakan nama sebuah kapal induk), seorang anggota kongres Georgia yang merupakan pendukung utama dana untuk penelitian Antartika. Pertama kali didaki pada Desember 1966 oleh kelompok gabungan dari American Alpine Club dan National Science Foundation.
Benua Antartika atau Kutub Selatan mengalami periode kegelapan selama 6 bulan di musim dingin dan periode terang selama 6 bulan pada musim panas. Maka tentu saja saat pendakian terbaik adalah ketika musim panas, yaitu pada bulan November hingga Januari. Pendakian dapat dilakukan melalui sisi barat atau sisi timur dari Vinson Massif.

Summit 7 – EVEREST, Nepal, Asia
(Sumber foto : www.7summits.com)

Puncak dari segala puncak, Everest (8.848 mdpl) adalah gunung tertinggi di benua Asia sekaligus yang teringgi di dunia. Gunung yang paling banyak menarik perhatian para pendaki. Tentu saja karena mencapai puncak tertinggi di dunia adalah sebuah prestasi besar bagi seorang pendaki.
Tantangan terbesar di Everest adalah melalui Dead Zone (ketinggian lebih dari 7.000 mdpl). Sesuai namanya, secara medis manusia tidak dapat hidup di zona ini. Kadar oksigennya tidak mencukupi, karena itu pendakian ke Puncak Everest perlu menggunakan oksigen. Hanya orang tertentu saja yang dapat melalui Dead Zone, tanpa bantuan tabung oksigen.
Ada dua jalur pendakian menuju Puncak Everest, melalui sisi selatan dari Nepal atau  sisi utara dari Cina. Yang paling banyak dilalui oleh pendaki adalah rute selatan dari Nepal, sedangkan hanya beberapa orang yang melalui sisi utara. Musim pendakian terbaik terletak pada bulan Mei hingga Juli. Tingkat kesulitan pendakian Everest tetaplah tinggi, meskipun sudah banyak orang yang berhasil mencapai Puncak Everest. Dan ini yang membuat setiap pendaki tetap tertarik untuk mencapai atap dunia ini.




sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...